• SMAN 3 SIDOARJO
  • Jujur dan Berprestasi

ARTIKEL MODUL BUDAYA POSITIF

         Setelah mengikuti kegiatan Pendidikan guru penggerak serta saya sudah mempelajarai terkait menciptakan budaya positif disekolah. Dalam hal ini saya akan berupaya untuk menerapkan hal baru yang saya dapat. Terkait dengan budaya positif ini peran saya adalah mengimplementasikannya di semua warga sekolah. Dalam kegitan ini saya selalu berkoordinasi dengan kepala sekolah dan rekan wakil kepala sekolah serta kolaborasi dengan semua warga sekolah. Budaya positif ini kita lakukan dalam rangka mencapai visi sekolah yang sudah ditentukan Bersama. Dalam hal ini kita mulai dari pendidik dan tenaga kependidikan harus dapat menjadi panutan, penuntun dan teladan bagi siswa sehingga semua program sekolah harus mengacu pada budaya positif. Ini sesuai dengan filosofi KHD bahwa jika didepan harus dapat memberi contoh ( Ing Ngarso Sung Tulodho) sehingga ketika terjadi permasalahan maka kita selesaikan dengan baik. Dalam hal ini kita dapat melakukan disiplin positif seperti datang kesekolah tidak terlambat, menerapkan 5S, mengajar dikelas tidak terlambat dan lain-lain. Dalam motivasi perilaku manusia maka diharapkan untuk menghindari hukuman dan penghargaan yang dapat membunuh karakter siswa jadi harus dapat memilih bentuk penghargaan apa yang sesuai dengan karakteristik siswa. Pada setiap awal semester baru kami selalu mensosialisasikan kepada semua warga sekolah terkait tata tertib sekolah yang hal ini merupakan keyakinan sekolah. Dalam penerapan segitiga restitusi bagaimana seorang pendidik dan tenaga kependidikan dapat melaksanakan pada setiap permasalahan yang terjadi. Misalnya menegur siswa dengan cara yang baik, kooperatif serta mengembalikan kepada keyakinan sekolah dan lain-lain. Ketika terjadi permasalahan di siswa bagaimana peran kita membantu menyelesaikan permasalahan siswa tersebut, tentu dari lima posisi yang ada kita berposisi sebagai manajer.  

          Saya diamanahi sebagai wakil kepala sekolah di bidang kesiswaan maka budaya positif ini akan saya sosialisasikan kepada semua warga sekolah, terutama kepada pembina osis, tim tata tertib, tim bk, pranata upacara dan lain-lain. Dalam hal ini budaya positif yang diterapkan akan membentuk karakter dan budi pekerti siswa yang baik. Dalam keorganisasian bagaimana kita dapat membentuk kepemimpinan siswa ( student agency) yang ini menjadi influencer ke teman yang lain. Semua saling berkolaborasi sehingga program sekolah akan berjalan lancar melalui budaya positif yang kita terapkan. Semua ini kita lakukan dalam rangka mewujudkan tujuan Pendidikan. Disamping itu saya mendorong kepada Pembina osis, ekstrakurikuler dan lain-lain untuk merubah mindset kita dalam melayani peserta didik serta menerapkan segitiga restitusi. Selain itu program yang saya buat mengacu kepada bagaimana semua siswa terfasilitasi dengan baik sehingga semua siswa dapat memperoleh keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sesuai kodrat alam dan kodrat zaman. Bentuk penghambaan kita kepada murid harus kita tunjjukkan, sehingga prestasi peserta didik akan semakin meningkat. Ketika saya berada di organisasi siswa yaitu OSIS dan MPK maka saya selalu menekankan untuk semuanya saling berkolaborasi terkait program kerja yang disusun untuk memfasilitasi semua siswa yang sesuai dengan nilai dan peran guru penggerak, budaya positif dan siswa dapat menjadi kepemimpinan Siswa (Studen Agency). Saya akan memaksimalkan program yang ada agar siswa dapat merdeka belajar untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi tingginya. Terutama bagaimana untuk mewujudkan visi sekolah dengan menerapkan Inkuiri Apresiatif , penerapan BAGJA dan penerapan budaya positif. Dengan demikian akan tercapai tujuan Pendidikan yang ingin mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.

             Pemahaman saya setelah belajar modul budaya positif banyak hal hal baru dan menarik untuk saya terapkan disekolah. Saya akan bekerja sama dengan pemangku kepentingan yang ada disekolah. Tantangan terberat adalah bagaimana kita mensosialisasikan dan menerapkan kepada pendidik, tenaga kependidikan serta ke siswa tetapi saya optimis hal ini dapat dilakukan. Dengan Semua warga memahami tentang disiplin positif, teori kontrol , teori motivasi, hukuman dan penghargaan, posisi kontrol guru, kebutuhan dasar manusia, keyakinan kelas dan segitiga restitusi maka budaya positif disekolah akan tercipta dengan baik. Hal yang luar biasa yang saya temukan adalah bagaimana kita harus dapat merubah pola pikir atau mind set yang selama ini salah harus kita luruskan menjadi hal baik.

Perubahan yang terjadi pada cara berfikir saya adalah pada pola pikir atau mind set yang masih salah. Kita harus dapat meletakkan sesuatu pada tempat dan ranahnya. Dalam bertindak harus mengacu pada nilai-nilai kebajikan universal. Pengalaman yang pernah saya alami terkait budaya positif adalah ada siswa yang belum sesuai memakai atribut sekolah, pertengkaran antar siswa, tidur di kelas, kerapian dan lain-lain. Dalam menyelesaikan permasalahan ini biasanya saya membentuk komunikasi yang baik dengan menerapkan segitiga restitusi dan Alhamdulillah dari beberapa permasalahan siswa tersebut dapat berubah dengan baik. Perasaan saya sedih ketika mengalami hal tersebut karena hal ini sudah kita sepakati dalam keyakinan sekolah, tetapi kita harus tetap bersabar dalam melaksanakan tugas ini. Selain itu ada perasaan yang senang, bangga Ketika ada siswa yang melakukan kesalahan dan siswa tersebut tidak mengulanginya lagi serta berbagi praktik baik kepada siswa lainnya.

Pengalaman dalam penerapan sudah sesuai dengan prosedur. Pelaksanaannya sudah berjalan dengan baik sehingga banyak siswa yang sadar karena motivasi dari dirinya sendiri. Anak tidak perlu takut lagi Ketika melakukan kesalahan dan selalu dikomunikasikan sebelumnya. Hal yang perlu diperbaiki adalah bagaimana seluruh warga sekolah pendidik, tenaga kependidikan dan siswa untuk senantiasa istiqomah dalam melaksanakan tugasnya masing-masing. Dengan penerapan budaya positif ini hubungan semua warga sekolah menjadi lebih baik, rasa kekeluargaan juga semakin tinggi karena didasari oleh rasa saling menghormati, saling menghargai dan bertanggung jawab.

         Dalam berinteraksi dengan siswa sebelum mempelajari modul ini terkait dengan 5 posisi kontrol yaitu penghukum, pembuat rasa bersalah, teman, pemantau dan manajer. Saya lebih ke posisi pemantau, setiap pelanggarn saya mengandalkan penghitungan, Catatan, data yang dapat digunakan sebagai bukti atas perilaku siswa saya diantaranya slip catatan, daftar cek. Perasaan saat itu saya tenang saja karena melaksanakan tugas tanpa berfikir akibatnya apa untuk siswa. Setelah mempelajari modul ini maka saya harus berposisi sebagai manajer. Perasaan saya sangat senang karena siswa dapat menemukan karakteristiknya serta motivasi yang tumbuh berasal dari dirinya. Sebelum mempelajari modul ini saya pernah melakukannya tetapi tidak semuanya, hanya sebagian. Contohnya langsung diarahkan pada tahap keyakinan kelas. Ada juga pada tahap memvalidasi bentuk kesalahan kemudian ke keyakinan kelas. Dalam menerapkan budaya positif sebenarnya tidak sulit ataupun merupakan beban, hal itu kita anggap sebagai hal yang sudah semestinya kita lakukan dan motivasinya dari diri sendiri. Pada pelaksanaan penerapan budaya positif ini harus konsisten.

Tulisan Lainnya
Yukk kenali “Mosquito – Anopheline” dan animalia lainnya, penyebab penyakit di negara tropis

Di saat pandemi covid 19 sudah mulai terkendali, wisatawan dan kaum pekerja dapat melakukan perjalanan ke berbagai daerah. Kondisi ini memerlukan upaya pengenalan berbagai penyakit trop

13/12/2022 08:50 - Oleh misbah - Dilihat 1065 kali
PENERAPAN MODEL BLENDED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETUNTASAN BELAJAR PADA MATERI BUKU BESAR DAN NERACA SALDO KELAS XII IPS 1 SMA NEGERI 3 SIDOARJO TAHUN PELAJARAN 2020/ 2021

PENERAPAN MODEL BLENDED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETUNTASAN BELAJAR PADA MATERI BUKU BESAR DAN NERACA SALDO KELAS XII IPS 1 SMA NEGERI 3 SIDOARJO TAHUN PELAJARAN 2020/ 2021   Er

12/11/2020 17:17 - Oleh misbah - Dilihat 1895 kali
TEACHER AND EMPLOYEE COOPERATIVE GOVERNANCE IN SCHOOL

TATA KELOLA KOPERASI GURU DAN KARYAWAN DI SEKOLAH   TEACHER AND EMPLOYEE COOPERATIVE GOVERNANCE IN SCHOOL   Erna Arista SMA Negeri 3 Sidoarjo Email : smantiglearning@gmail.co

12/11/2020 17:15 - Oleh misbah - Dilihat 1403 kali